DAS KABAENA


DAS KABAENA

dokumen download (disini)

Daerah aliran sungai dapat dibagi menjadi bagian hulu, tengah, dan hilir. DAS bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi harus dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan, misalnya dengan melakukan identifikasi wilayah hulu DAS di kabaena yang harus dijaga kelestariannya seperti wilayah hutan di Tangkeno, Eskambula,Rahadopi, Olondoro sebagai wilayah hulu DAS Lakambula. DAS bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan endri dan ekonomi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau. DAS bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan endri dan ekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah. Keberadaan endri kehutanan di daerah hulu yang terkelola dengan baik dan terjaga keberlanjutannya dengan didukung oleh prasarana dan sarana di bagian tengah akan dapat mempengaruhi fungsi dan manfaat DAS tersebut di bagian hilir, baik untuk pertanian, kehutanan maupun untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat secara keseluruhan.
 

Usaha penyelamatan, perlindungan serta pengendalian tanah dan air di kabaena perlu dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi lansekap-topografi serta jumlah, wilayah dan lokasi DAS Kabaena. Pulau kabaena memiliki banyak lanskap yang beragam, kondisi ini menyebabkan tidak ratanya permukaan pulau. Dengan beberapa lanskap daratan ini menyebabkan struktur topografi kabaena dapat berdampak negative bila tidak ditata dengan baik dalam rangka penataan struktur ruangnya, antara lain kabaena banyak memiliki dataran tinggi, gunung, danau, lembah, dan sungai. Terdapat pula dataran tinggi yang puncaknya datar dan cukup luas, seperti padanggoma, kaldera watu sangia. Deretan gunung membentuk pegunungan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk sehingga menuntut perhatian semua komponen untuk menjaga dan melestarikan keberadaannya. Salah satu contoh gunung tertinggi di daratan kabaena yaitu G. Sabampolulu di Kabaena Tengah. Selain itu, terdapat puncak tinggi yang lain, yaitu , G. Tangkeno Ea dan G. Malapulu di Wumbu Rano, G. Sangia Wita, G. Watu Sangia yang menjulang dari permukaan laut dengan dengan sumber air panas Watungkoriu di wilayah Kabaena Tengah serta sejumlah air terjun (waterfall) seperti Air terjun ‘Ee Meroro, Tondopano,Tunano Simpala, Wataroda, Tandoega, Mata Lakambula. Di kabaena terdapat pula beberapa danau dan rawa yang ukurannya besar seperti Danau Mahembo di Kabaena Utara, Lembo ‘Ea dan Rawa Umala wilayah Kabaena Induk serta memiliki beberapa wilayah sungai yang berawal dari bagian tinggi di pegunungan membawa air menuju laut disejumlah muara (estuary wambano). 

Landform-Topografi Pulau Kabaena

No

Landform/Topografi

Ketinggian/Luas/Panjang

Wilayah

I

Gunung

1

G. Sabampolulu

±1.500 m.DPL

Kabaena Tengah

2

G. Wumbu Rano

±1.200 m.DPL

Kabaena Selatan

3

G. Malapulu

±1.200 m.DPL

Kabaena Selatan

4

G. Sangia Wita

±1.100 m.DPL

Kabaena Tengah

5

G. Watu Sangia

±1.000 m.DPL

Kabaena

6

G. Dongkala

±1.000 m.DPL

Kabaena Timur

7

G. Lamolea

±700 m.DPL

Kabaena Utara

8

G. Onemoito

±600 m.DPL

Kabaena Tengah

9

G. Damparabarata

±600 m.DPL

Kabaena Timur

10

G. Lengora

±500 m.DPL

Kabaena Tengah

11

G. Katopi

±500 m.DPL

Kabaena Tengah

II

Sungai

1

S. Lakambula

±22 Km

Kabaena

2

S. Waombu/Nano

±19 Km

Kabaena, Kabaena Utara, Kabaena Tengah

3

S. Lapulu

±17 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Selatan

4

S. Lameroro

±18 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

5

S. Rana

±14 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

6

S. Rolanu

±12 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Utara

7

S. Babuuwa

±11 Km

Kabaena Selatan

8

S. Sugia

±10 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

9

S. Katopi

±10 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Utara

10

S. Panah

±7 Km

Kabaena, Kabaena Barat

11

S. Wulu

±7 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

12

S. Wawolewo

±6 Km

Kabaena Selatan

13

S. Tapuhaka

±6 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

14

S. Puurano

±5 Km

Kabaena Selatan

15

S. Belulupi

±5 Km

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

16

S. Pekoya

±4 Km

Kabaena Tengah

17

S. Batuawu

±3 Km

Kabaena Selatan

18

S. Malandahi

±3 Km

Kabaena Utara

19

S. Ngkobura Bura

±2.5 Km

Kabaena Selatan

20

S. Toli-toli

±1 Km

Kabaena Timur

III

Danau

1

Danau Mahembo

±125 Ha

Kabaena Utara

2

Rawa Umala

±2 Ha

Kabaena

Sumber : Pengolahan Data Digital Landsat 8 ETM+ (Enchancement Thematic Mapper Plus)



Wilayah DAS Utama Kabaena

No

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Panjang (km)

Luas (km2)

Wilayah yang Dipengaruhi DAS

Desa/Lingkungan

Kecamatan

1

DAS Lakambula

22

75.2

Tirongkotua,Rahadopi,Olondoro,Teomokole,Rahampuu

Kabaena

2

DAS Waombu/Nano

19

93.5

Enano,Lengora,Lamonggi,Tedubara,Emokolo,S.Makmur (SP1)

Kabaena, Kabaena Utara, Kabaena Tengah

3

DAS Lapulu

17

50.1

Malapulu

Kabaena Tengah, Kabaena Selatan

4

DAS Lameroro

18

47.4

Tangkeno,Enano,Ulungkura,Balo,Bungi-Bungi

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

5

DAS Rana

14

55.3

Lengora Pantai (SP5)

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

6

DAS Rolanu

12

41.4

Larolanu (SP3),Wumbulasa (SP2),Pising

Kabaena Tengah, Kabaena Utara

7

DAS Babuuwa

11

29.6

Pu’urano

Kabaena Selatan

8

DAS Sugia

10

47.8

Kaliasin

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

9

DAS Katopi

10

40.7

Lamonggi,Tedubara,Sangia Makmur

Kabaena Tengah, Kabaena Utara

10

DAS Panah

7

29.3

Baliara,Rahantari,Tanjung Melati,Olohaka

Kabaena, Kabaena Barat

11

DAS Wulu

7

11.5

Wulu,Wolala

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

12

DAS Wawolewo

6

24.3

Pu’ununu,Pongkalaero

Kabaena Selatan

13

DAS Tapuhaka

6

18.6

Dongkala,Lambale,Tapuhaka

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

14

DAS Pu’urano

5

13.3

Pu’urano

Kabaena Selatan

15

DAS Belulupi

5

14.9

Wumbuburo

Kabaena Tengah, Kabaena Timur

16

DAS Pekoya

4

14.0

Larolanu (SP3),Lantinea-Boepapa

Kabaena Tengah

17

DAS Batuawu

3

13.7

Batuawu

Kabaena Selatan

18

DAS Malandahi

3

9.6

Lampangi,Malandahi (SP4)

Kabaena Utara

19

DAS Ngkobura Bura

2.5

6.7

Langkema,Watekule

Kabaena Selatan

20

DAS Toli-toli

1

9.1

Toli-toli

Kabaena Timur

Jumlah

182.5

646.0

Sumber : Pengolahan Data Digital Landsat 8 ETM+ (Enchancement Thematic Mapper Plus)

Kabaena memiliki sedikitnya 20 sungai utama dan terdiri dari ±60 anak sungai. Dari 20 sungai itu panjang totalnya 182.5 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai ±646 km2, 74% dari total luas seluruh pulau kabaena 873 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis yang cukup besar, daerah aliran sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya. Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di kabaena mengalami kerusakan akibat dari perubahan tata guna lahan, pengrusakan hutan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS serta belum adanya dasar perencanaan wilayah yang berbasis DAS. Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai, banjir dan longsor yang sudah menjadi agenda tahunan tiap tahun mengancam wilayah kabaena. Wilayah hutan dan DAS Kabaena juga merupakan tempat habitat hidup sejumlah burung endemic khas kabaena seperti Tangkura, Pune, Kungkurio, Mansi, Bokuru, Ulunsio, Kakatua dan habitat satwa seperti rusa, jonga dalam bahasa daerah yang sudah langka sangat jarang ditemukan didaerah lain tetapi masih banyak di kabaena berpotensi memperkaya khasanah wisata taman hutan raya kabaena seperti taman hutan raya padanggoma, padalere, katopi, paota, lamoniu, rampinau, inalahi, pu’ungkota, watunohu, tarawuna, lantinoli, pu’urano, wumbu tuwele, pu’ungkaruwai, pu’uwatu, tangkeno ‘ea, wataroda


Related Posts

2 Responses to "DAS KABAENA"

  1. mantab bener gan. kok cuman peta???
    bunga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya,,Mas Donny @ resumenya ada di paper ''KABAENA-KONSERVASI SUMBER DAYA AIR'' edisi februari..thanks sbelumnya

      Hapus