BATU PERMATA KABAENA

BATU PERMATA KABAENA


Sumber daya mineral terus bermunculan di dalam perut Bumi Pulau Kabaena. Setelah nikel dan batu krom, kini muncul batu setengah permata atau krisopras. Mineral terbaru muncul ini, tersebar di beberapa kecamatan dengan berbagai aneka warna. Bahkan saat ini, krisopras sudah menjadi perburuan baru warga di Pulau Kabaena, pasca pertambangan nikel tidak lagi beroperasi.
Image
Sahrun, Kepala Bidang Pertambangan Umum, Dinas Pertambangan dan Energi Bombana mengatakan, batu setengah permata itu tersebar di Desa Batuawu dan Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan serta di Rahadopi, Kecamatan Kabaena. Bahkan, krisopras terbanyak ditemukan di atas IUP milik PT Anugrah Harisma Barakah.
Menurut Sahrun, krisopras asal Kabaena ini terdiri dari banyak macam warna. Ada yang berwarna merah hati, hijau, hitam, putih tulang, coklat. Mineral ini, terletak dikedalaman 1 hingga 10 meter.  Saat ini, bahan galian mineral bukan logam dan batuan ini telah dieksplorasi tanpa izin oleh masyarakat diwilayah itu. Krisopras yang mereka ambil secara illegal kemudian diperjualbelikan dalam bentuk barang jadi untuk cincin  permata hingga masih dalam wujud bongkahan.
"Penjualannya tidak hanya di Bombana, krisopras tersebut juga sudah dijual hingga ke provinsi lain," kata Sahrun. Menurutnya, maraknya aktivitas penambangan batu setengah permata ini sudah sampai ke telinga Bupati Bombana, H Tafdil. Pimpinannya itu lalu menindaklanjutinya dengan mengeluarkan surat penghentian kegiatan penambangan illegal yang ditujukan kepada Camat diwilayah penemuan krisopras tersebut.
Hilman salah seorang warga Kabaena mengatakan, krisopras sebenarnya bukan lagi tambang baru di Kabaena. Batu setengah permata itu sudah ada di kampung halamannya sejak tahun 90-an. Bahkan saat itu, batu yang dijadikan cincin permata itu, sering dibawah atau dijual warga Kabaena hingga di pulau Jawa. Hilman mengaku, keberadaan krisopras  mulai muncul lagi akhir-akhir ini. Hal itu kemungkinan disebabkan karena tidak adanya lagi aktivitas pertambangan nikel di daerah itu.
- See more at: http://kendaripos.co.id/content/view/15464/441/#sthash.Q6pG2ya1.dpuf
Related Posts