PAD BOMBANA

PAD KABUPATEN BOMBANA 2014

Image
Bombana seharusnya meraup pundi-pundi daerah yang besar. Ada 12 SKPD yang diharapkan dapat mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sayangnya, upaya pengumpulan PAD malah disinyalir bocor. Sebanyak 7 SKPD hanya mencapai di bawah 50 persen dari target yang diharapkan.
Sementara, hanya 5 SKPD yang menjadi pelipu lara bagi Bupati Bombana, H Tafdil karena dapat meraup PAD di atas 50 persen. Bupati Bombana mensinyalir jika pundi-pundi tersebut banyak yang tidak masuk kas daerah. Kedua belas SKPD yang tidak memenuhi target PAD itu adalah, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Sekretariat Daerah, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Perindagkop. 

Untuk Dinas Kesehatan, dari dua retribusi yang dipungut yakni pelayanan kesehatan dan pelayanan Jamkesmas, BPJS diberi target Rp 8,9 miliar. Namun sampai 31 Desember 2014, yang dicapai hanya Rp 2,4 miliar atau 29,8 persen. Sementara sisanya Rp 5,7 miliar tidak terealisasi. Dinas Pekerjaan umum juga paling parah. Untuk mencari PAD dari retribusi pemakaian kekayaan daerah sebesar Rp 1 miliar, Dinas PU hanya merealisasikan Rp 325 juta atau 32,5 persen. Sisanya Rp 674 juta tidak tercapai.

Badan Lingkungan Hidup juga begitu. Dari target PAD Rp 133 juta untuk retribusi sampah, yang terealisasi hanya Rp 40 juta atau 30 persen. Sisanya Rp 93 juta tidak tercapai. Sekretariat daerah juga paling merosot PADnya. Dari target Rp 404 juta, yang dicapai hanya Rp 32 juta atau 7,9 persen, sedangkan Rp 372 juta tidak tercapai.

Kantor pelayanan perizinan terpadu juga minim mencapai PAD. Dari dua retribusi yang dipungut yakni izin gangguan dan IMB, diberi target Rp 1,3 miliar. Namun sampai setahun berjalan, yang dicapai hanya Rp 222 juta atau 16,1 persen. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan hanya mendapatkan dana Rp 39 juta selama setahun. Padahal target yang diberikan Rp 324 juta untuk memungut retribusi TPI, izin perikanan dan pemakaian kekayaan daerah.

Sementara lima SKPD lainnya, yakni, Dinas Perhubungan, RSUD, BPKAD dan Dinas Pariwisata, perolehan PAD nya di atas 50 persen. Bupati Bombana H Tafdil, mengaku kecewa dengan perolehan PAD SKPDnya di tahun 2014 itu. Dia berjanji akan mengevaluasi kembali apa penyebab hingga tidak tercapai sesuai target yang dibebankan. "Tahun 2014 lalu, hanya Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Pertanian yang mencapai target. Olehnya itu, saya memberikan apresiasi atas kinerja dua SKPD ini," kata ketua DPD PAN Bombana ini.

Bupati Bombana memang sudah merotasi pimpinan SKPD yang tidak memenuhi target PAD. Namun sayang, tidak semuanya kena imbasnya. Sebab, masih ada yang dipertahankan sampai saat ini. 

- Sumber: http://kendaripos.co.id/content/view/15641/441/#sthash.V4llib4x.dpuf
Related Posts