SUKU TOKOTU'A? Lexical Similarity Bahasa Moronene & Bahasa Kabaena

SUKU TOKOTUA


LEXICAL SIMILARITY (LEKSIKOSTATISTIK) BAHASA MORONENE DAN BAHASA KABAENA DALAM STUDI TENTANG SUKU TOKOTU’A DI PULAU KABAENA

SULAWESI TENGGARA

download file lengkap format pdf disini



Pusat Studi Kabaena Centre

2026



RINGKASAN EKSEKUTIF

P

ulau Kabaena merupakan salah satu wilayah multietnis di Sulawesi Tenggara yang dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya dan bahasa yang beragam. Salah satu komunitas penting di pulau ini adalah Suku Tokotu’a yang secara historis memiliki hubungan erat dengan etnis Moronene. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kemiripan leksikal (lexical similarity) antara Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena menggunakan metode leksikostatistik guna memahami hubungan linguistik, dan proses interaksi budaya yang terjadi di Pulau Kabaena. Kajian ini didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kesamaan kosakata dasar dapat menggambarkan kedekatan historis antarbahasa apakah merupakan dialek sebagai variasi bahasa atau hanya merupakan keluarga (family) dan rumpun dari bahasa yang berbeda sekaligus memberikan gambaran mengenai proses migrasi, kontak budaya, dan perkembangan masyarakat penuturnya.

Fokus kajian diarahkan pada masyarakat Suku Tokotu’a di Pulau Kabaena yang secara historis dan budaya dikaitkan dengan masyarakat Moronene. Berbagai kajian etnografi dan budaya menunjukkan bahwa komunitas Tokotu’a mempertahankan identitas budaya tersendiri yang kuat seperti bentuk kerajaan, seni budaya, rumah adat, pakaian tradisional dan bahasa meskipun telah lama berinteraksi dengan kelompok etnis lain di Pulau Kabaena. Kajian menggunakan metode leksikostatistik dengan membandingkan daftar kosakata dasar (Swadesh) kedua bahasa. Setiap pasangan kosakata dianalisis untuk menentukan apakah termasuk kognat (kata kerabat) atau bukan kognat. Persentase kognat kemudian dihitung untuk mengukur tingkat kesamaan leksikal kedua bahasa, disertai analisis terhadap korespondensi bunyi yang muncul secara teratur.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena memiliki tingkat kesamaan leksikal 62.75%, tercermin dari beberapa pasangan kata yang masih mempertahankan bentuk fonologis dan makna yang serupa. Di sisi lain, 37.25% ditemukan sejumlah berbedaan dari inovasi leksikal, perubahan bunyi, serta pengaruh kontak Bahasa yang menyebabkan sebagian kosakata mengalami divergensi. Pola perubahan tersebut berlangsung secara sistematis namun tetap menunjukkan adanya hubungan genealogis berasal dalam satu keluarga bahasa (family) yang sama. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena adalah bahasa berbeda yang telah berkembang secara mandiri akibat pemisahan geografis, interaksi sosial, serta dinamika budaya masyarakat penuturnya namun berasal dari satu keluarga bahasa yang sama. Hasil ini menegaskan bahwa Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena mengalami perkembangan yang berbeda setelah berpisah dari bahasa proto yang sama.

Selain memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik historis-komparatif di Sulawesi Tenggara, hasil ini memiliki nilai strategis bagi upaya pelestarian bahasa daerah. Dokumentasi hubungan leksikal kedua bahasa dapat menjadi dasar penyusunan kamus dwibahasa, bahan ajar muatan lokal, pemetaan bahasa daerah, serta upaya revitalisasi bahasa yang mulai mengalami penurunan jumlah penutur. Secara keseluruhan, kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan leksikostatistik merupakan metode yang efektif untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan bahasa, merekonstruksi sejarah perkembangan bahasa, serta memperkuat pemahaman mengenai identitas linguistik dan budaya masyarakat Tokotu’a di Pulau Kabaena. Hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi bagi penelitian lanjutan dalam bidang linguistik historis, antropologi, dan pelestarian bahasa daerah khususnya bahasa kabaena di Indonesia.


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

P

ulau Kabaena yang terletak di Kabupaten Bombana, jazirah Sulawesi Tenggara, merupakan kawasan yang memiliki kekayaan budaya dan keragaman etnolinguistik yang tinggi. Berbagai kelompok masyarakat mendiami pulau ini, termasuk masyarakat Kabaena terdiri dari suku Tokotu’a, Bajo, Buton, Muna, Bugis, Selayar dan kelompok pendatang lainnya. Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang penting dalam memahami sejarah suatu masyarakat. Hubungan antara bahasa dan identitas etnis sering kali mencerminkan pola migrasi, perdagangan, perkawinan antarkelompok, serta proses asimilasi budaya yang berlangsung selama berabad-abad.


Proyeksi Penutur Bahasa Berdasarkan Jumlah Penduduk Per Kabupaten di Sultra

Sumber : Data Jumlah Penduduk BPS Sultra 2026


Bahasa Moronene digunakan terutama di wilayah daratan Bombana (Wita Ea), sedangkan Bahasa Kabaena digunakan secara luas oleh masyarakat yang menetap di pulau Kabaena (Tokotu’a). Kedua bahasa tersebut secara genealogis termasuk ke dalam kelompok celebic rumpun bahasa Austronesia, memiliki hubungan kekerabatan dengan beberapa bahasa lain di Sulawesi seperti Bahasa Kabaena, Mekongga, Bungku, Mori, Padoe, Wawoni’i, Kulisusu.


Proyeksi Penutur Bahasa Berdasarkan Jumlah Penduduk di Kabupaten Bombana

Sumber : Data Jumlah Penduduk BPS Bombana 2026


        Keberadaan Suku Tokotu’a di Kabaena  menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat hubungan linguistik antara bahasa Moronene dan bahasa Kabaena apakah merupakan dialek atau bahasa yang berbeda. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan pendekatan ilmiah yang mampu mengukur tingkat kedekatan bahasa secara kuantitatif. Salah satu metode yang umum digunakan adalah teknik lexical similarity atau leksikostatistik. Kajian kekerabatan bahasa yang dilakukan melalui pendekatan leksikostatistik adalah metode yang menghitung persentase kosakata dasar yang memiliki hubungan kognat untuk menentukan tingkat kedekatan historis antar bahasa.

        Berdasarkan penelitian yang sejenis dari Syahruddin Kaseng, dkk. (1987) tentang Pemetaan Bahasa-Bahasa di Sulawesi Tenggara oleh Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dari persentase persamaan atau persesuaian kata-kata dasar (basic vocabulary) antara bahasa moronene – bahasa kabaena adalah 67.5% hal ini menunjukkan kedua bahasa memiliki hubungan keluarga bahasa (family) namun masih merupakan bahasa yang berbeda. Penelitian David Mead (1999) dalam The Bungku-Tolaki languages of South-Eastern Sulawesi Indonesia dari table lexycostatistic matrix yang ditunjukkan antara bahasa moronene – kabaena  adalah 80% dianggap sebagai dialek bahasa yang sama namun ditemukan bahwa dari analisis fonologis dan makna untuk daftar kata yang disajikan persentase kognat 68.14% justru menunjukkan tingkat kekerabatan dari bahasa yang berbeda bukan hanya variasi bahasa atau disebut dialek.


1.2 Rumusan Masalah

1.      Bagaimana tingkat kemiripan leksikal antara Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena?

2.      Apakah terdapat hubungan kekerabatan linguistik yang signifikan antara kedua bahasa?

3.      Apa implikasi hubungan linguistik tersebut terhadap sejarah Suku Tokotu’a di Pulau Kabaena?

1.3 Tujuan Penelitian

1.      Menghitung tingkat kemiripan leksikal antara Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena.

2.      Mengidentifikasi tingkat kekerabatan (cognate) pada kedua bahasa.

3.      Menjelaskan hubungan linguistik dan historis masyarakat Tokotu’a di Kabaena.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat Akademik

·       Menambah kajian linguistik daerah Sulawesi Tenggara.

·       Menjadi referensi penelitian linguistik historis-komparatif.

Manfaat Praktis

·       Mendukung pelestarian bahasa daerah.

·       Menjadi dasar penguatan identitas budaya masyarakat adat Tokotu’a.

 

Tari Lumense Kabaena di Istana Negara HUT-RI ke-77 Tahun 2022


PUSTAKA

2.1 Moronene

Suku Moronene

S

uku Moronene adalah salah satu suku asli di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pusat persebaran masyarakat Moronene berada di daratan utama Bombana (mainland), khususnya wilayah Rumbia, Poleang, dan kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Berbagai kajian sejarah dan tradisi lisan, Moronene dianggap sebagai salah satu penduduk paling awal di Sulawesi Tenggara. Nama "Moronene" sering dijelaskan berasal dari kata moro (serupa) dan nene (tumbuhan resam), tumbuhan yang banyak ditemukan di daerah lembah dan tepian sungai tempat masyarakat Moronene dahulu bermukim.

 

Bahasa Moronene

Bahasa Moronene merupakan bagian dari identitas budaya Suku Moronene. dituturkan oleh masyarakat adat Moronene, termasuk komunitas adat yang berada di sekitar Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Bahasa Moronene merupakan bahasa Austronesia yang dituturkan di Bombana. Bahasa ini termasuk dalam kelompok Celebic rumpun bahasa Austronesia dan memiliki dialek utama Wita Ea. Hasil penghitungan lexical similarity dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa isolek Moronene  merupakan sebuah bahasa tersendiri dengan persentase kesamaan leksikal berkisar 65%—68% (David Mead, 1999) dan 43%—52% (Syahruddin Kaseng dkk, 1987), jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya di Sulawesi Tenggara, khususnya untuk bahasa Tolaki, Kulisusu dan Wawoni’i.

 

2.2 Tokotu’a

Suku Tokotu’a

Suku Tokotu’a merupakan salah satu kelompok masyarakat lokal yang mendiami wilayah di Pulau Kabaena (kabaena island). Dalam tradisi lisan masyarakat, Tokotu’a sering disebut sebagai kelompok masyarakat tua atau penduduk awal yang telah lama bermukim di kawasan pedalaman pulau tersebut. Beberapa tradisi lokal menggambarkan Tokotu’a sebagai kelompok yang hidup di daerah pegunungan dan hutan pedalaman sebelum berkembangnya permukiman pesisir dan masuknya pengaruh kerajaan di Sulawesi Tenggara.

 

Bahasa Kabaena

Bahasa Kabaena merupakan bahasa utama di Pulau Kabaena dan menjadi identitas linguistik masyarakat setempat. Jumlah penutur diperkirakan sekitar 25.000 jiwa. Bahasa ini juga termasuk dalam kelompok Celebic rumpun bahasa Austronesia dan memiliki beberapa variasi dialek antara lain tangkeno, rahadopi, langkema, tedubara, lengora, enano, balo. Bahasa Kabaena, dan varietas tutur Tokotu’a menjadi penting untuk memahami sejarah migrasi dan hubungan antarkelompok masyarakat di kawasan tersebut. Hasil penghitungan lexical similarity penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa isolek Kabaena  merupakan sebuah bahasa dengan persentase kesamaan leksikal antara 64%—66% (David Mead, 1999) dan 37%—49% (Syahruddin Kaseng dkk, 1987), jika dibandingkan bahasa yang sama di Sulawesi Tenggara yaitu Tolaki, Kulisusu dan Wawoni’i.


2.3 Leksikostatistik

Leksikostatistik merupakan teknik kuantitatif yang diperkenalkan oleh Morris Swadesh untuk mengukur hubungan kekerabatan bahasa melalui perbandingan kosakata dasar yang relatif stabil terhadap perubahan budaya.

 

Rumus yang digunakan:

P = (K/N) × 100%

Keterangan:

P = Persentase kemiripan leksikal

K = Jumlah kata kerabat (Kognat)

N = Jumlah Total Kosakata Dasar

 

Interpretasi Tingkat hubungan :

·       81–100% = Dialek bahasa yang sama

·       61–80%     = Satu keluarga bahasa

·       36–60%     = Satu rumpun bahasa

·       12–35%     = Hubungan jauh

·       0–11%        = Tidak berkerabat

METODOLOGI


3.1 Jenis Kajian

A

nalisis kajian menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan linguistik sinkronis yang mendeskripsikan sistem bahasa sebagaimana digunakan oleh penutur pada masa penelitian berlangsung.

 

3.2 Sumber Data

Data diperoleh dari:

1.      Daftar Swadesh kata dasar.

2.      Literatur linguistik Sulawesi Tenggara.

3.      Hasil penelitian sinkronis Bahasa Moronene dan Bahasa Kabaena.

 

3.3 Teknik Analisis

Tahapan analisis meliputi:

1.      Pengumpulan kosakata dasar.

2.      Identifikasi kata kognat (kesamaan bentuk & makna).

3.      Penetapan kognat (berkerabat) jika menunjukkan kemiripan fonologis (suara) & makna yg jelas.

4.      Penghitungan persentase kesamaan leksikal.

5.      Analisis korespondensi bunyi.

6.      Interpretasi hubungan kekerabatan.

 


PEMBAHASAN

4.1 Perbandingan Kosakata

P

engumpulan kosakata dasar swadesh terdiri dari kata ganti, hubungan kekeluargaan, angka, anggota tubuh, binatang, tumbuhan, makanan dan minuman, rumah dan bagiannya, aktivitas, karakteristik dan kondisi, warna, waktu, arah, objek, peralatan dan unsur alam yang tidak mudah berubah. Berikut data kosakata dasar yang dibandingkan:

 

Tabel Similarity Kosakata Dasar Swadesh

No

Kata Dasar

Tokotua

Moronene

Status

Table 1: human being and the relationship

1

Orang

Miano

Miano

Kognat

2

Laki – laki

Tama

Tama

Kognat

3

Perempuan

Tina

Tina

Kognat

4

Suami

Salako

Rapi/sampora

Bukan kognat

5

Isteri

Tinamtua

Rapi/sampora

Bukan kognat

6

Bapak

Tamotua

Tamotua

Kognat

7

Ibu

Ina

Ina

Kognat

8

Anak

Ana ate

Ana

Bukan kognat

9

Nama

Nee

Nee

Kognat

10

Siapa

Nai

Nai

Kognat

11

Anak sulung

Anamperiou

Datetukaka

Bukan kognat

12

Anak bungsu

Anantetuai

Datetuai

Bukan kognat

13

Paman

Tama'ate

Topisa

Bukan kognat

14

Bibi

Tina'ate

Topisa

Bukan kognat

15

Budak

Sarapi

Ata/sangkina

Bukan kognat

16

Tamu

Mianoleu

Toka

Bukan kognat

Table 2: possessive pronoun

17

Saya

Aku

Iaku

Bukan kognat

18

Kamu (tunggal)

Co'o

Co'o

Kognat

19

Dia/ia

Iaa

Iaa

Kognat

20

Kami

Cami

Icami

Bukan kognat

21

Kita

Cita

Icita

Bukan kognat

22

Kamu (jamak)

Co'o

Co'o

Kognat

23

Mereka

Ira

Iira

Bukan kognat

Table 3: part of human body

24

Tangan

Lima

Lima

Kognat

25

Kaki

Karu

Karu

Kognat

26

Kulit

Kuli

Baula

Bukan kognat

27

Punggung

Padabose

Bungku

Bukan kognat

28

Perut

Tia

Tia

Kognat

29

Tulang

Wuku

Wuku

Kognat

30

Usus

Kompo

Tariti

Bukan kognat

31

Hati

Ate

Ate

Kognat

32

Susu

Susu

Susu

Kognat

33

Bahu

Mala

Mala

Kognat

34

Darah

Rea

Rea

Kognat

35

Kepala

Rapa

Rapa

Kognat

36

Leher

Ve'u

Palasa

Bukan kognat

37

Rambut

Wuu

Wuu

Kognat

38

Hidung

Enge

Enge

Kognat

39

Mulut

Nganga

Nganga

Kognat

40

Gigi

Ngisi

Ngisi

Kognat

41

Lidah

Elo

Elo

Kognat

42

Telinga

Biri

Biri

Kognat

43

Mata

Mata

Mata

Kognat

44

Daging

Ihi

Ihi

Kognat

45

Muka/wajah

Tapura'i

Ra'i

Bukan kognat

46

Kuku

Kuku

Tovongkuku

Bukan kognat

47

Tinju

Bosi

Busu

Bukan kognat

Table 4: animals

48

Anjing

Dahu

Dahu

Kognat

49

Tikus

Ntewita

Vola

Bukan kognat

50

Ular

Langedo

Ule

Bukan kognat

51

Cacing

Ntolo-ntolo

Ntolo-ntolo

Kognat

52

Kutu

Kutu

Kutu

Kognat

53

Nyamuk

Wontu

Wontu

Kognat

54

Laba-laba

Horongkangka

Horongkangka

Kognat

55

Ikan

Ica

Ica

Kognat

56

Burung

Kadadi

Kamanumanu

Bukan kognat

57

Telur

Bio

Bio

Kognat

58

Sayap

Pani

Pani

Kognat

59

Bulu

Wulu

Wulu

Kognat

60

Terbang

Lumaa

Lumaa

Kognat

61

Ekor

Iki

Iki

Kognat

62

Kelelawar

Koea

Mori

Bukan kognat

Table 5: plants

63

Kayu

Keu

Keu

Kognat

64

Rumput

Evo

Evo

Kognat

65

Daun

Riri

Riri

Kognat

66

Akar

Haka

Haka

Kognat

67

Bunga

Wulele

Wulele

Kognat

68

Buah

Wua

Wua

Kognat

69

Tanam

Tamo

Tamo

Kognat

70

Pohon

Pu'ungkeu

Pu'u

Bukan kognat

71

Tempurung

So'owi

Towo

Bukan kognat

72

Sirih

Ribite

Bite

Bukan kognat

73

Pandan

Enano

Tole

Bukan kognat

74

Padi

Kinaa

Pae

Bukan kognat

75

Bibit (padi)

Inii

Palango

Bukan kognat

Table 6: food and beverages

76

Menanak

Moagori

Moagori

Kognat

77

Makan

Mongkaa

Mongkaa

Kognat

78

Minum

Mondou

Mondou

Kognat

79

Gigit

Mekea

Mekea

Kognat

80

Menghisap

Oso'o

Oso'o

Kognat

81

Muntah

Komelu-melu

Komelu-melu

Kognat

82

Nasi

Ntakina

Kinaa

Bukan kognat

Table 7: house and its parts

83

Rumah

Laica

Raha

Kognat

84

Atap

Ba'o

Ba'o

Kognat

85

Toilet

Pisaaka

Kantete

Kognat

Table 8: object,appliance and nature

86

Jalanan

Bolonsala

Tinutu

Bukan kognat

87

Jarum

Seu

Seu

Kognat

88

Tali

Niwoti

Ula

Bukan kognat

89

Debu

Wita bubu

Awu

Bukan kognat

90

Abu

Awu

Awu

Kognat

91

Api

Api

Api

Kognat

92

Asap

Ahu

Ahu

Kognat

93

Garam

Gara

Gara

Kognat

94

Tanah

Wita

Wita

Kognat

95

Batu

Watu

Watu

Kognat

96

Pasir

One

Hahi

Bukan kognat

97

Air

E'e

E'e

Kognat

98

Laut

Tahi

Tahi

Kognat

99

Sungai

Lakambula

Laa e'e

Bukan kognat

100

Hujan

Usa

Usa

Kognat

101

Minyak

Mina

Mina

Kognat

102

Lemak

Taba

Taba

Kognat

103

Ludah

Uniu

Uniu

Kognat

104

Hutan

Rarongkeu

Inalahi

Bukan kognat

105

Langit

Langi

Langi

Kognat

106

Awan

Seru/gabu

Ta'ilangi

Bukan kognat

107

Kabut

Ngalu

Galapu

Bukan kognat

108

Bulan

Lamoa

Wulaa

Bukan kognat

109

Bintang

Olimpopo

Olimpopo

Kognat

110

Kilat

Kila

Kila

Kognat

111

Guntur

Berese

Berese

Kognat

112

Angin

Bara

Bara

Kognat

113

Matahari

Oleo

Mata oleo

Bukan kognat

114

Awan

Seru/gabu

Ta'ilangi

Bukan kognat

115

Pisau

Piso

Taa'ate

Bukan kognat

116

Jeluang (baju kulit)

Bida

Nilangku

Bukan kognat

Table 9: deed and work

117

Berjalan

Lolako

Molako

Bukan kognat

118

Datang

Leu

Leu

Kognat

119

Renang

Nonangi

Nonangi

Kognat

120

Pikir

Mepikiri

Mepikiri

Kognat

121

Nafas

Penaa

Penaa

Kognat

122

Nyawa

Penaa

Penaa

Kognat

123

Cium

Uma

Uma

Kognat

124

Tawa

Keke

Keke

Kognat

125

Tangis

Bebera

Bebera

Kognat

126

Dengar

Moronge

Modeaho

Bukan kognat

127

Lihat

Ontoo

Ontoo

Kognat

128

Mengantuk

Mokotundu

Mokokotundu

Bukan kognat

129

Tidur

Moturi

Moturi

Kognat

130

Berbaring

Bobale

Leleha

Bukan kognat

131

Mimpi

Moipi

Moipi

Kognat

132

Duduk

Totoro

Totoro

Kognat

133

Berdiri

Mentade

Mentade

Kognat

134

Berkata

Koawawa

Koawawa

Kognat

135

Menjahit

Monsorumba

Moseu

Bukan kognat

136

Berburu

Melampu

Dumahu

Bukan kognat

137

Menembak

Montemba

Montemba

Kognat

138

Menikam

Tobo'o

Tobo'o

Kognat

139

Memukul

Mowangku

Mowangku

Kognat

140

Mencuri

Menonako

Menonako

Kognat

141

Membunuh

Mompopate

Mompopate

Kognat

142

Menggaruk

Mekekeo

Mekekeo

Kognat

143

Memotong

Monkolo

Monkolo

Kognat

144

Membelah

Mowo'a

Mowo'a

Kognat

145

Bekerja

Mohedo

Mohedo

Kognat

146

Memilih

Mompili

Mompili

Kognat

147

Memeras

Mompio

Mompio

Kognat

148

Memegang

Ungkario

Ungkario

Kognat

149

Menggali

Mongkekei

Mongkekei

Kognat

150

Membeli

Mo'oli

Mo'oli

Kognat

151

Membuka

Buka'o

Lolahi

Bukan kognat

152

Menumbuk

Mo'isa

Mo'isa

Kognat

153

Lempar

Pando

Panse

Kognat

154

Meniup

Mepupu

Mepupu

Kognat

155

Membakar

Mohuni

Mohuni

Kognat

156

Bersembunyi

Mewuni

Mewuni

Kognat

157

Ikat

Koko'o

Koko'o

Kognat

158

Menyanyi

Menani

Melagu

Bukan kognat

159

Menagis

Bebera

Mewowo

Bukan kognat

160

Tertawa

Keke

Mototaa

Bukan kognat

161

Mendengar

Podeaho

Mompodea

Bukan kognat

162

Melihat

Ontoo

Mo'onto

Bukan kognat

163

Memberi

Mowehi

Mompowehi

Bukan kognat

164

Meludah

Meoniu

Me'ili

Bukan kognat

165

Muntah

Komelu-melu

Molua

Bukan kognat

166

Bangun

Tepobangu

Tepombula

Bukan kognat

167

Membangunkan

Tinsuo

Tuba'o

Bukan kognat

168

Gendong

Kokopu

Kekepi

Bukan kognat

169

Urut

Andu

Saula

Bukan kognat

170

Cerita

Tutula

Tutura

Bukan kognat

171

Bohong

Kuleti

Kulepi

Bukan kognat

172

Ganti

Boli'i

Tuka

Bukan kognat

173

Angkat

Angkatako

Tarako

Bukan kognat

174

Asah

Moasa

Molaha

Bukan kognat

175

Berpisah

Tepobia

Teposinca

Bukan kognat

Table 10: characteristics and condition

176

Kotor

Wereke

Wereke

Kognat

177

Tahu

To'orio

To'orio

Kognat

178

Takut

Momee

Momee

Kognat

179

Mati

Mohule

Mohule

Kognat

180

Hidup

Tora

Tora

Kognat

181

Tajam

Mongkaso

Mongkaso

Kognat

182

Tumpul

Tendeke

Tendeke

Kognat

183

Jatuh

Tuuna

Tuuna

Kognat

184

Busuk

Tewuha

Tewuha

Kognat

185

Alir

Lolonto

Lolonto

Kognat

186

Panas

Mokula

Mokula

Kognat

187

Dingin

Momapa

Morini

Bukan kognat

188

Kering

Motu'i

Motu'i

Kognat

189

Basah

Mosele

Mosele

Kognat

190

Berat

Mobea

Mobea

Kognat

191

Dekat

Okuda

Okuda

Kognat

192

Jauh

Mentala

Mentala

Kognat

193

Kecil

Okidi

Okidi

Kognat

194

Besar

Owose

Owose

Kognat

195

Pendek

Owawa

Okuda

Bukan kognat

196

Panjang

Mentaa

Mentaa

Kognat

197

Tipis

Monipi

Monipi

Kognat

198

Tebal

Mongkapa

Mongkapa

Kognat

199

Sempit

Mogimpi

Mogimpi

Kognat

200

Lebar

Molue

Molue

Kognat

201

Malu

Me'a

Me'a

Kognat

202

Tua

Motua

Motua

Kognat

203

Baru

Tonia

Tonia

Kognat

204

Baik

Moico

Moico

Kognat

205

Jahat

Mosao

Mosoko

Bukan kognat

206

Benar

Banara/kua

Banara/kua

Kognat

207

Gemuk

Molompo

Molombi

Bukan kognat

208

Haus

Motu'ikoledo

Kokokondo'u

Bukan kognat

209

Lapar

Moleatia

Mokohulo/momuro

Bukan kognat

210

Manis

Mensiu

Momami

Bukan kognat

Table 11: pain and disease

211

Sakit

Morungku

Morungku

Kognat

212

Bengkak

Kamba

Kamba

Kognat

Table 12: number

213

Hitung

Doa'o

Doa'o

Kognat

214

Satu

Measa

Measa

Kognat

215

Dua

Orua

Orua

Kognat

216

Tiga

Otolu

Otolu

Kognat

217

Empat

Opaa

Opaa

Kognat

218

Enam

Onoo

Onoo

Kognat

Table 13: colors

219

Hitam

Moito

Molori

Bukan kognat

220

Putih

Mopila

Mopila

Kognat

221

Merah

Motaha

Motaha

Kognat

Table 14: time

222

Malam

Malo

Malo

Kognat

223

Tahun

Ta'u

Ta'u

Kognat

224

Hari

Oleo

Oleo

Kognat

225

Depan

Itnotolai

Hai ra'i

Bukan kognat

Table 14: direction

226

Kiri

Suwa

Suwa

Kognat

227

Kanan

Moana

Moana

Kognat

228

Di dalam

Bolono

Hailaro

Bukan kognat

229

Di atas

Ataha

Ataha

Kognat

230

Di bawah

Aruane

Aruane

Kognat

231

Dimana

Dahano/maina

Haihapa

Bukan kognat

232

Didepan

Tinotolai

Haira'i

Bukan kognat

233

Di luar

Luara

Haibungku

Bukan kognat

234

Pinggir

Wiri

Wiwi

Bukan kognat

Table 16: functional words

235

Ini

Adii

Di'ie

Bukan kognat

236

Itu

Aico

Peico

Bukan kognat

237

Apa

Hapa

Hapa

Kognat

238

Lain

Suere

Suere

Kognat

239

Semua

Luwuno

Luwuno

Kognat

240

Dan

Hela

Ronga

Bukan kognat

241

Jika/kalau

Hiida

Kei

Bukan kognat

242

Bagaimana

Kanaumpe

Kanaumpe

Kognat

243

Disitu

Aicokeena

Cokeena

Bukan kognat

244

Disana

Apekena

Corane

Bukan kognat

245

Disini

Adiceena

Diceena

Bukan kognat

246

Tidak

Nda'a

Naida'a

Bukan kognat

247

Kenapa

Hapaico

Mohapa

Bukan kognat

Jumlah

Kognat

155

Bukan Kognat

92


Tabel tersebut menunjukkan adanya perbedaan bentuk dan makna yang cukup tinggi antara kedua bahasa.



Related Posts